Lampu Indikator Engine Check Menyala
Lampu Indikator Engine Check Menyala

Vt-k.com – Lampu indikator pada meter cluster, tiba-tiba menyala menunjukan sinyal bahwa ada masalah pada kendaraan. Fitur ini berfungsi mendeteksi kerusakan komponen penunjang mesin mobil, dan sebaiknya pemilik tak perlu panik dan khawatir.
Jika lampu check engine yang letaknya ada pada panel instrumen itu menyala jangan terburu-buru mengambil sebuah kesimpulan bahwa mesin mengalami masalah. hal berikut ini juga dapat menyebakan terdeteksinya nyalanya lampu indikator mesin.

Tutup Bensin

Setelah mengisi bahan bakar terkadang kita lupa menutupnya, atau menutup akan tetapi kurang rapat. Hal ini dapat membuat sensor memberikan sinyal pada ECU yang dianggap dapat membahayakan bagi Anda yang berada di dalam mobil atau lingkungan di sekitarnya.

Penguapan yang terjadi pada bahan bakar dapat menyebabkan kebakaran dan berakibat fatal bagi pengendara juga lingkungan.

Apabila menemui indikator check engine yang menyala, lebih baik mengecek penutup bensin pada mobil, bisa jadi penutup tangki bahan bakar ini yang menjadi penyebanya. Segera berhenti, tutup dengan rapat penutup tangki bahan bakar sembari mengecek apakah ada kebocoran terjadi.

Accu/Aki

bila lampu check engine menyala cobalah untuk mengecek aki ( Accu). Anda dapat mencabut kabel konektor masa atau negatif pada aki lalu tunggu selama tiga detik. Jika sudah cobalah pasang kembali kabel konektor masa atau negatif pada kubunya.

Apabila anda sudah melakukan pengecekan tapi lampu indikator check engine masih menyala, ada kemungkinan kerusakan yang terjadi ada di sensor yang lainya di mobil Anda.

Sensor Oksigen

Kerusakan sensor oksigen akan memberikan sinyal pada lampu itu. Komponen ini berfungsi untuk memonitor pasokan oksigen pada knalpot dan juga menentukan seberapa banyak bahan bakar yang terbakar. Jika sensor oksigen (O2) rusak atau tidak bekerja dengan semestinya maka akan sangat mengganggu kinerja mesin dan juga merusak catalytic converter.

Kebanyakan masalah pada sensor oksigen disebabkan oleh tertutupnya sensor oksigen dari oli sisa sisa pembakaran sehingga mengurangi kinenerja sensor mengolah oksigen dan bahan bakar.

Filter Udara

Filter udara sangat erat kaitannya dengan mass airflow sensor yang berfungsi meghitung jumlah bahan bakar yang akan digunakan berdasarkan udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Bila filter sudah menumpuk debu dan menjadi kotor, kotoran tersebut dapat masuk dan menghambat suplai udara ke ruang bakar.

Kita masih bisa mengemudi mobil hingga beberapa bulan kedepan meskipun airflow sensor dalam keadaan rusak, kehilangan tenaga pada mesin dan bahan bakar semakin boros.

Sebenarnya pembersihan paling idealnya filter udara tiap 10 ribu km dan di haruskan mengganti setiap 40 ribu km. Pada beberapa mobil juga ada yang membutuhkan penggantian filter udara lebih cepat dari jarak yang di tentukan karena faktor eksternal atau lingkungan.

Kabel Busi dan Busi

kabel busi mulai rapuh atau tidak terpasang dengan baik pun akan menjadi masalah pada pembakaran dan kinerja busi, hal ini juga sering di jumpai. Suku cadang yang satu ini memang kecil, apa bila sudah bermasalah berpengaruh besar pada kinerja mesin mobil. Busi yang terganggu kinerjanya dapat membuat konsumsi bahan bakar mobil menjadi lebih boros mengakibatkan pembakaran yang kurang optimal pada ruang bakar mesin.

Karena itu, jika mengalami indikator check engine menyala, Anda disarankan untuk pengecekan pada busi dan kabelnya. Jika sudah kotor, bisa dibersihkan, namun lebih optimal mengganti dengan yang baru. Penggantian busi sebaiknya dilakukan pada jarak pemakaian 20 ribu km.

Cara ini hanya untuk mengetahui sensor apa saja yang mengalami masalah atau kerusakan. Jika tidak juga ditemukan, segera bawa mobil ke bengkel resmi untuk perbaikan atau mengganti pengecekan lebih lanjut dan penggatian sensor yang rusak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here