Satelit Pengukur Permukaan Laut
Satelit Pengukur Permukaan Laut

vt-k.com – Satelit yang di miliki Amerika Serikat dan Eropa memang dirancang untuk mengukur tinggi permukaan laut dunia untuk waktu sekitar sepuluh tahun ke depan, dan telah diluncurkan ke orbit Bumi dari California pada hari Sabtu 21/11

Minggu 22/11, satelit yang diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg pada pukul 09:17. Roket tersebut meluncur ke arah selatan di atas Samudra Pasifik waktu itu.

Pada peluncuran di tahap pertama, Falcon balik menuju ke tempat peluncuran karena kembali digunakan. Satelit yang di beri nama Sentinel-6 Michael Freilich yang diluncurkan pada tahap kedua, satu jam setelah tahap pertama selesai.

Pada satelit itu juga mengunakan sejumlah panel surya sebelum diluncurkan. Kemudian dilakukan penggabungan antara panel surya dengan alat kontrol,dan ini kali pertama.

Nama yang di ambil untuk satelit pengukur tinggi permukaan laut itu mengunakan nama mantan pejabat NASA. Ia sangat berperan penting dalam penelituan dan pengembangan oseanografi berbasis ruang angkasa.

Sedangkan untuk, satelit yang serupa dengan satelit Sentinel-6 Michael Freilich, Sentinel-6B, rencanaya akan diluncurkan pada tahun 2025. rancangan rencana itu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan rekor

AS dan Eropa membiayai untuk keseluruhan misi peluncuran pada satelit Sentinel-6 Michael Freilich sebanyak US$1,1 miliar atau setara dengan Rp 15,6 triliun. Biaya tersebut sudah termasuk pembuatan satelit Sentinel-6B.

Diketahui, pengukuran permukaan laut dengan basis ruang angkasa tidak terganggu sama sekali semejak peluncuran satelit milik AS-Prancis di beri nama TOPEX-Poseidon pada tahun 1992. Peluncuran itu disertai serangkaian satelit, dan juga yang terbaru bernama Jason-3 juga diluncurkan.

Instrumen utama yang digunakan oleh satelit Sentinel-6 Michael Freilich adalah altimeter radar dengan tinkat keakurat yang sangat tinggi. Altimeter bekerja dengan memantulkan energi dari permukaan laut saat menyapu permukaan lautan bumi.

Ketinggian permukaan laut yang memang dipengaruhi pemanasan dan pendinginan air. Hal itu yang menjadikan ilmuwan menggunakan data altimeter untuk mendeteksi kondisi yang di pengaruhi oleh cuaca seperti El Nino dan La Nina.

Pengukuran ini penting dilakukan untuk memahami keadan permukaan laut yang naik atau pun turun secara keseluruhan karena adanya pemanasan global. Para ilmuwan mengingatkan bahwa pemanasan global sangat berisiko bagi garis pantai di seluruh dunia dan semua orang merasakan dampaknya.

” Dengan hubungan antara daratan, lautan, es, atmosfer, dan juga mahluk hidup ( manusia, hewan dan tumbuhan ) hubungan tersebut karena adanya sistem dinamika yang sangat rumit. Sistem mengalamu perberubahan yang signifikan,” katanya

Satelit Sentinel-6 Michael Freilich mengharapkan satelit tersebut memiliki akurasi yang belum pernah terjadi. Direktur observasi Bumi Badan Antariksa Eropa Josef Aschbacher dan ia mengatakan bahwa ini parameter yang sangat penting untuk digunakan dalam pemantauan iklim.

Ia juga sadar bahwa permukaan laut saat ini sedang naik. Namun, pertanyaannya adalah seberapa banyak dan seberapa cepat kenaikan permukaan laut itu akan terjadi. Selain altimeter, perangkat lain dalam satelit juga akan membatu mengukur bagaimana sinyal radio melewati atmosfer. Kemudian memberikan data suhu dan kelembaban atmosfer yang dapat membantu meningkatkan prakiraan cuaca secara global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here