Saksi Ini Akui KTPnya Dipinjam Menantu Nurhadi untuk Beli Lahan Sawit
Saksi Ini Akui KTPnya Dipinjam Menantu Nurhadi untuk Beli Lahan Sawit

vt-k.com – Yoga Dwi Hartiar merupakan kakak ipar dari terdakwa kasus suap dan gratifikasi Rezky Herbiyono mengakui identitasnya hanya dipakai oleh Rezky untuk membeli sebuah lahan kebun sawit. Yoga menyebut saat itu identitasnya telah dipakai untuk membeli lahan perkebunan sawit di Tapanuli Selatan pada tahun 2017.

Dulu awalnya, Yoga menjelaskan bahwa KTP-nya pernah dipinjamkan kepada Rezky yang merupakan menantu dari eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi tersebut. Waktu itu, Yoga mengaku tidak tahu mengenai hal identitasnya dipakai oleh Rezky.

”waktu itu saya hanya mengetahuinya itu untuk pesyaratan pembuatan sertipikat perkebunan sawit, Pak,” ujar Yoga Dwi hartiar di dalam Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, JL.Bungur Besar Raya, Jakarta pusat, pada hari Rabu, 25 November 2020.

Yoga Dwi Hartiar mengaku sempat mengkonfirmasi kepada Rezky Herbiyono. Rezky Herbiyono saat itu beralasan meminjam nama Yoga Dwi Hartiar agar aset yang dimilikinya tidak selalu atas nama Rezky Herbiyono.

”Saya juga tanya kepada Rezky Herbiyono waktu itu, buat apa KTP saya. ‘Nggak buat ini saja si, biar nggak terlalu banyak namaku’, Dan dia bilang cuma gitu. Detailnya saya nggak nanya-nanya percaya saja, karena saya pikir diakan masih keluarga, istilahnya keluarga inti istri saya,saudara dari istri saya, dia pinjem KTP saya untuk pembuatan sertifikat ya sudahlah,” ucap Yoga Dwi Hartiar.

Yoga Dwi Hartiar bahkan mengaku tidak tahu sedikitpun berapa luas lahan sawit yang mau dibuatkan sertifikat. Dan Yoga Dwi Hartiar mengaku hanya baru dua kali diajaknya untuk melihat lahan perkebunan sawit itu sebelum dibeli Rezky Herbiyono.

”Waktu itu saya hanya pernah ke sana dua kali. Nama (tempat) Padang Lawas, waktu itu saya diminta untuk melihat tanaman yang ada di padang lawas tersebut,” kata Yoga Dwi Hartiar.

Didalam persidangan ini, yang duduk sebagai terdakwa itu adalah Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Nurhadi dan Rezky Herbiyono didakwa menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara yang ada di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky Herbiyono didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun waktu 2012-2016.Hingga di hitung sudah 4 tahun menerima suap dangratifikasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here