Merapi berstatus siaga
Merapi berstatus siaga

Gunung Merapi sudah dinaikan statusnya dari waspada menjadi siaga, namun masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) tiga masih bersantai.

Warga yang berada di Lereng gunung Merapi di Daerah Desa Jrakah Kecamatan Selo Boyolali, Jawa Tengah, sudah dianjurkan untuk mengungsi oleh BNPB.

Namun tetapi, Warga enggan untuk mengungsi karena memiliki keyakinan turun temurun saat Gunung Merapi erupsi.

Warga sekitar meyakini akan tanda-tanda alam sejak kecil apabila Gunung Merapi Meletus.

Satu diantaranya ada tokoh masyarakat Desa Jrakah, Dusun Dukuh Sepi, Atmo Pawiro Singat mengungkapkan pengalaman hidupnya yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi.

Mantan Ketua RW Dukuh Sepi itu mengakui bahwa terdapat tanda-tanda khusus yang manakala Gunung Merapi akan meletus.

“Warga setempat meyakini bahwa klo gunung merapi akan meletus binatang yang menghuni di hutan lereng gunung merapi akan turun ke pemukiman.Misalnya contoh burung, kera, lutung dan celeng (babi hutan),” ungkap Atmo kepada RRI dalam Bahasa Jawa, Rabu 18 November 2020.

Laki-laki yang akrab disapa dengan Mbah Atmo itu juga telah sudah menjelaskan bahwa hewan-hewan tersebut akan turun manakala Gunung Merapi sudah Erupsi.

Namun, hingga kini mbah Atmo itu belum menemukan tanda tanda mahluk tersebut yang turun gunung.

Sehingga warga pun masih bertahan di rumah masing-masing meskipun Merapi sudah dinaikan statusnya dari waspada menjadi Siaga, terkecuali yang sudah lansia dan balita sudah dievakuasi ke Balaidesa.

Selain itu, Gunung Merapi apabila akan erupsi, maka sering terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup lumayan besar, disertai dentuman dari puncak gunung merapi.

Ungkap mbah Atmo : ” biasanya kalau gunung mau meletus akan sering terjadi gempa besar kurang lebih sampai lima kali”.

Dengan kondisi seperti ini warga tidak perlu berfikir panjang biasanya akan langsung mengungsi, ke tempat tempat yang lebih aman.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here