Kapolda Metro Jaya soal Penanganan COVID-19 Keselamatan Rakyat adalah Nomor Satu
Kapolda Metro Jaya soal Penanganan COVID-19 Keselamatan Rakyat adalah Nomor Satu

vt-k.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta para pejabat untuk menyingkirkan ego sektoral masing-masing dalam upaya penanganan COVID-19. Fadil mengatakan setiap kebijakan yang baik di daerah lain, bisa diterapkan dan ditetapkan dengan tegas di daerah masing-masing dalam memerangi wabah virus Corona.

”Saya kira jangan lihat dari perbedaannya, kita tiru di sini. Kalau memang ada yang baik di DKI jakarta ya kita ditiru di tempat lain tidak ada salahnya. Intinya kita kolaborasi dan bersinergi. Kita harus membuang ego masing- masing sektoral jauh-jauh,” kata Fadil di SDN Petamburan 01, Minggu (22/11/2020).

Seolah-olah mementingkan gengsi sektoral, Fadil lebih mengutamakan keselamatan masyarakat alias kepentingan umum. Tidak hanya kesehatan, keselamatan, ekonomi masyarakat juga akan terus terganggu apabila wabah virus COVID-19 tidak kunjung lenyap dari Indonesia.

”Keselamatan masyarakat adalah nomor satu. Kasihan masyarakat pada umumnya tukang ojek, emak-emak, tukang pasar,kuli, gak ada yang mau datang karena takut dengan wabah covid-19,” imbuhnya.

Rapid Test Massal Gratis di Petamburan yang akan Berlangsung hingga 3 Hari
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta sendiri, Fadil membeberkan dirinya akan melakukan intervensi dari level kelurahan atau desa sampai level tertinggi. Dia merasa penanganan COVID-19 akan jauh lebih efektif dan kondusif dengan cara itu.

”Insyaallah ke depannya kami akan intervensi tiap kelurahan, desa agar hasil lebih efektif dan kondusif. Saya kira lebih efektif dan kondusif kalo kita bisa intervensi dengan skala mikro smapai makro. kita akan berdayakan dan lanjuti, karena di DKI Jakarta ini fasilitas kesehatan ada sampai tingkat wilayah kecamatan. Apalagi relawan siap membantu sepenuhnya tanpa minta imbalan apapun.” tuturnya.

Meski demikian, Fadil senantiasa mengingatkan kepada masyarakat bahwa semua orang harus tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan, terutama ketika sedang dalam kondisi berkerumun dan diluar rumah dan sedang kegiatan.

”Ini sangat jadi pelajaran bagi kita semua betapa kerumunan dan kegiatan di luar rumah itu harus disiplin dan taat pada protokol kesehatan. Saya ulangi lagi. Aturannya jelas, setiap kegiatan apapun itu bentuknya di masa PSBB transisi harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Fadil.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here