Hakim Mencecar soal Paper Bag, Irjen Napoleon Bantah Isinya Uang
Hakim Mencecar soal Paper Bag, Irjen Napoleon Bantah Isinya Uang

vt-k.com – Hakim menanyakan kepada mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte, soal perkara isi paper bag yang dibawa terdakwa Tommy Sumardi. dan Napoleon menjelaskan soal isinya.
Hakim anggota Joko Subagjo mencecar Napoleon soal perkara isi paper bagyang berwarna gelap. Napoleon yang bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi menyebut bahwa paper bag itu berisi surat-surat 9 lembar dari istri Djoko Tjandra, Anna Boentaran.

”Terkait masalah paper bag yang berwarna gelap itu, warna merah yang dibawa Pak Tommy apakah benar isinya hanya surat-surat Anna Boentaran?” tanya hakim.

”Surat Anna Boentaran ada 9 lembar, ditambah dengan arsip-arsip lampirannya berupa risalah sidang dari Pengadilan Negeri sampai dengan MK,” jawab Napoleon di Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Selasa,24 november 2020.

Napoleon Bawa-bawa Kabareskrim, Pengacara Tommy Sumardi: Kok Beda dari BAP ya?
Napoleon menyebutkan paper bag itu terisi penuh. Dia mengatakan isinya itu lengkap risalah sidang Djoko Tjandra dari Pengadilan Negeri Jaksel sampai Mahkamah Konstitusi.

”Lengkap isinya termasuk BA eksekusi oleh Mahkamah Agung, oleh Kejaksaan Negeri Jaksel,”
itu ucapnya.

Hakim menanyakan soal isi yang lain selain berkas-berkas Djoko Tjandra. dan Hakim pun sempat mencecar soal keberadaan uang atau amplop yang ada di paper bag itu. Namun, Napoleon membantah tentang adanya uang atau amplop itu.

”apakah Tidak ada lagi isi yang lainnya, uang misalnya?” tanya hakim.

”Oh, tidak ada lagi Yang Mulia,” jawab Napoleon.

”misalnya Amplop cokelat ada atau tidak?” cecar hakim lagi.

”Tidak ada, cuma itu saja Yang Mulia,” pungkasnya lagi.

Napoleon: Tommy Sumardi menelepon Azis Syamsuddin saat Bertemu Saya
Sebelumnya, dalam perkara ini Tommy Sumardi yang didakwa bersama-sama dengan Djoko Tjandra memberikan suap ke Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Irjen Napoleon sendiri telah disidang dalam perkara ini, begitupun Brigjen Prasetijo.

Irjen Napoleon itu sebelumnya menjabat sebagai Kadivhubinter Polri. Dan Sedangkan Brigjen Prasetijo itu selaku Kepala Biro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri di polri.

Dalam surat dakwaan, Tommy telah diduga memberikan uang SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Irjen Napoleon dan USD 150 ribu kepada Brigjen Prasetijo. Jaksa Agung pun menyebut uang itu berasal dari Djoko Tjandra untuk kepentingan membersikan pengurusan red notice Interpol dan penghapusan data status Djoko Tjandra sebagai (DPO) dalam daftar pencarian orang.

Djoko Tjandra sendiri ditangkap di malaysia atas kerja sama dengan police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap di malaysia pada Kamis, 30 juli 2020 dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo langsung turun tangan membawa Djoko Tjandra dari Malaysia ke indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here