Ekspor Perkebunan di Tegah Pandemi Corona Naik mencapai Rp 359 Triliun
Ekspor Perkebunan di Tegah Pandemi Corona Naik mencapai Rp 359 Triliun

Vt-k – Ekspor Perkebunan mencapai Rp 359 Triliun di tengah pandemi Covid-19, kenaikan mencapai 11,6 persen. Bahkan, nilai ekspor bisa menyentuh hingga Rp 300 triliun.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) yang didapat dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian mulai dari bulan Januari hingga Oktober 2020 mencapai 359,5 triliun rupiah dengan kata lain jumlah ekspor meningkat hingga 11,6 persen dibandingkan periode pada tahun lalu.

Dengan nilai sebesar itu , pada sektor perkebunan menjadi ekspor terbesar di sektor pertanian. Sektor perkebuanan ini berkontribusi sebesar 326,86 atau 90,92 persen.

Pada periode Januari sampai Oktober, komoditas terbesar di sektor perkebunan yaitu kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dan kopi. Pada bulan Oktober merupakan ekspor tertinggi yang mencapai Triliun Rupiah dengan kenaikan sebesar 8,76 persen dari bulan sebelumnya.

”Hal ini menunjukan bahwa ekspor pada komoditas perkebunan bisa bertahan bahkan meningkat di tahun 2020 ini, meskipun di saat pandemi ketika sektor perekonomian lain menurun, sektor pertanian malah menguat,”tutur Mentan.

Bahkan di Hari Perkebunan Nasional tersebut, Menteri Pertanian mengirim satu kontener bermuatan arang tempurung kelapa ke Irak. Karena tempurung kelapa ini akan sangat bermanfaat untuk kehidupan life style masyarakat di sana, yaitu untuk menghisap shisya dan sebagainya.

Jata Mentan, nanti ke depannya subsektor perkebunan harus mendapat perhatian khusus dari pihak BUMN dan swasta, serta yang lainnya. Supaya nantinya bisa terbangun Korporasi petani. Petani dan pekebun harus bisa menjadi mitra Swasta dan BUMN, sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani dan pekebun.

Secara tegas metan ingin mengembangkan pembangunan perkebunan Indonesia dalam hal skema pembiayaannya. Nantinya Kementan tidak hanya akan mengandalkan anggaran APBN dan anggaran APBD.

Jadi nantinya APBN dan APBD hanya membantu dalam hal pembangunan perkebunan. Dalam mengembangkan perkebunan ini harus memiliki instrumen perbankan untuk pembiayaan pertanian dan perkebunan. Instrumen perbankan yang akan diperkuat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Masyarakat Indonesia berharap bisa memulihkan perekonomian karena pandemi Covid-19, dengan kerja keras kita bersama semua cita-cita dan harapan ini bisa cepat terwujud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here