Datangi Dadakan 2 Pasar di Surabaya, ada 241 Pedagang dan Pembeli Dites Swab
Datangi Dadakan 2 Pasar di Surabaya, ada 241 Pedagang dan Pembeli Dites Swab

vt-k.com – Pemerintah kota Surabaya kembali menggelar tes swab dadakan kepada warga. Hari ini akan dilakukan di dua pasar tradisional yang ada di surabaya, yaitu Pasar Pucang dan Pasar Wonokromo karena melihat para pedagang dan pembeli kurang memperhatikan protokol kesehatan.Dan ratusan orang pun di tes swab di tempat dan dadakan.

dibandingkan Di Pasar Wonokromo jumlah orang yang di tes swab jumlah tidak sebanyak di Pasar Pucang karena (bocor) sudah ada yang mengetahui lalu kabur. Swab di pasar ini menyasar pedagang dan pembeli serta smw yang ad di pasar tersebut.

”Hasilnya tes swab di Pasar Pucang berjumlah 219 orang dan Pasar Wonokromo berjumlah 22 orang, ” ucap Wakil Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto di ruangannya, Senin, 30 september 2020. Jumlah sangat berbeda jauh dari dua pasar tersebut itu di sebabkan sebagian orang telah mnegetahui adanya tes swab.

Irvan mengatakan, tes swab yang dilakukan di pasar ini berdasarkan perintah Ibu Wali Kota Risma. Hal ini juga sebagai antisipasi meningkatnya kasus COVID-19 di Surabaya. jadi perlunya di adakan tes swab dadakan di setiap pasar.

”Operasi tes swab hunter kita arahkan ke pasar-pasar karena adanya beberapa hal terkait dengan perintah bu wali dimana dalam memutus mata rantai virus COVID-19. Keduanya mengantisipasi adanya gelombang kedua meskipun di Surabaya masih bisa dikendalikan. Ini salah satu langkah antisipasi dan jalan pencegahan yang produktif,”jelasnya

Selain ditugaskan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 (Corona) di Pasar, operasi tes swab dadakan ini juga berdasarkan hasil dari penyelusuran. Namun yang paling dominan ditemukan adalah keteledoran warga di pasar yang kurang memperhatikan protokol kesehatan.

”Dari Hasil tracing yang dominan aktivitas jual beli di pasar. contoh Salah satu yang dominan adalah kecerobohan perubahan perilaku yang sudah kendor dan sedikit mengabaikan protokol kesehatan, tidak pakai masker dan diplorot,” ucapnya.

Irvan pun menegaskan, perlunya dilakukan swab dadakan ini untuk mengingatkan kembali kepada warga bahwa wabah virus COVID-19 masih ada. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan. Agar warga masyarakat saling mencegah dan memutus rantai COVID-19.

” Ingat COVID-19 belum selesai, ini tidak mungkin menjadi beban pemerintah tapi tanggung jawab bersama semua stake holder tanpa terkecuali, yang paling penting adalah masyarakat adanya perubahan perilaku yang cenderung mengendorkan atau melemahkan dan sedikit mengabaikan protokol kesehatan,dan maka dari itu warga masyarakat harus sadar bahwa perlunya protokol kesehatan, ”tuturnya.

Planningnya, Hari besok juga akan dilakukan kembali uji tes swab dadakan di pasar-pasar. Pihak kecamatan dan Desa setempat akan melakukannya bersam satgas COVID-19.

”Hari Besok dimulai temen-temen kecamatan dan Desa dibantu oleh polsek dan danramil di pasar-pasar krempyeng di Surabaya termasuk di bawah PD Pasar,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here